hi blogger, lama sekali tak bersua, terakhir postingku tanggal 7 juli. Hmm.. sudah hampir 6 bulan saja aku tak menorehkan tulisanku.
sekarang benernya aku lagi sakit, sudah hampir 4 hari aku terkapar di rumah, oleh sebab itu, bosan melanda, apa yang harus aku lakukan, dan aku teringat pada blog.
ya, sekian lama aku gak bercerita disini, begitu banyak pake banget, bahkan pake buanyak, jadinya buanyak banget. hahaha. begitu banyak pengalaman yang aku dapet, lebih tepatnya pengalaman dalam pengembangan diri dan kehidupan sosial. Semoga semua yg pernah aku alami ini bisa memperkaya diriku, menjadi seorang yang lebih baik lagi, :) amin.
pingin rasanya ku berbagi cerita sedetail detailnya, tapi nanti bakal bosen juga yang baca, lagian aku juga ntar capek ngetiknya. Aku bagikan pengalaman pengalamanku lewat beberapa untaikan kalimat saja ya. :)
Umurku terbilang cukup muda dari pada teman teman sekitarku, mereka 20 atau bahkan 21.
katanya cowokku yg anak psikologi ni ya, umur umur antara 18 - 21 ini adalah tahap Remaja Awal, dimana mereka yang masih mencari jati diri, masih ingin menunjukan "inilah aku", masih ingin menjadi seseorang yg ingin 'dilihat' orang, masih suka bersenang senang, masih ingin menyenangkan diri sendiri, masih mencoba menemukan siapa aku? bagaimana jati diriku ?, hal tersebut bahkan diluar kesadaran mereka sendiri, mereka bertindak seperti itu. Istilah gaulnya ni ya, masi terbilang ababil, tapi udah ababil tingkat agak atas, soalnya udah gede, wkwk
sekarang aku berkutat dengan dunia perkuliahan pastinya, - karena saya seorang mahasiswa- , dunia organisasi mahasiswa dan sosial, dan dunia modelling. baik buruk segla yang pernah aku lewati menjadikan aku lebih tau bagaimana sih orang diluar sana, bagaimana sih aku harus bersikap, bagaimana aku menyikapinya.
banyak pengalaman yg aku dapetin ya di dunia perkuliahanku, dan organisasi, karna aku memang lebih dekat dari aku.
remaja seusiaku atw 20 bahkan 21, mereka ternyata tidak lebih baik dari mereka yang berumur 17 atau 16 thn. tingkah mereka sama.
Mereka masih lebih mementingkan kenyamanan pribadi. Dalam arti entah mereka sndri nyaman bersama orng lain yg sama sama merasa nyaman dengan mereka, melakukan aktivitas atau sesuatu yg mereka senangi, atau bahkan mereka memang nyaman seorang diri. Yap, Egoisme, egoisme mereka masih sangat tinggi.
Sedikit dari mereka yang tidak memerlukan uang yang banyak untuk memenuhi semua keinginannya.
Ya, Banyak diantara mereka masih tidak bisa membedakan mana KEBUTUHAN dan mana KEINGINAN.
mereka selalu ingin tampil yang beda, mempercantik diri, dengan memaksa memakai sesuatu yang tidak pantas untuk dirinya atau bahkan dengan menyiksa diri, supaya tampil lebih 'bisa dilihat', melakukan sesuatu supaya tdk kuno, istilahnya gengsi dan.. ya jadi risih untuk didekati. yap, dan semua itu berhubungan dengan materi, keinginan mereka selalu berhubungan dengan materi,
materi = uang --> dari orang tua --> mereka kerja siang malam, banting tulang, tak kenal lelah, meski hanya sedikit yg didapat, tapi terus tak patah semangat bekerja untuk mencari sepeser uang, walau sakit mereka tetap bekerja demi keluarga, salah satunya kita, yang menurut kedua orang tua kita, kitalah buah hati tersayangnya.
tapi,,, kalian gunakan untuk apa saja uang hasil keringat ayah atau ibumu itu ?
begitu cepat kau lenyapkan demi KESENANGAN, KEPUASAN, KEBAHAGIAAN, yang hanya SEMENTARA itu.
makan makanan mahal yang menurutnya enak berkelas, dan supaya tidak gengsi dengan teman teman, makan ah disini, lalu karna terlihat seperti orng berkelas, akhirnya 'dipandang' temen, keterusan deh mereka makan ditempat2 wah. uang orang tua lenyap dengan segera. hanya demi kegengsian sementara, SEMENTARA.
apa di tempat seperti itu lebih bersih pengemasannya? pembersihannya? pembuatannya? ahh... siapa bilang, mana ada orng mau telaten ngebersihin satu2 dengan bersih jika pengunjung tiap 1 menit ada dalam sehari, bahkan buka 24 jam dan tiap hari,
hanya tampilan luarnya saja yang bagus bersih, tapi proses didalamnya... hiiih...
busana, mereka selalu ingin tampil mengikuti mode katanya, tahun ini, model seperti ini, baju ini dibelii tidak peduli harga, yang penting aku beli, dan aku senang, ketika aku memakainya, aku bangga. merasa sprti itu kan?
taun berikutnya atau beberapa bulan berikutnya, mode baru dtng, beli lagi macem2, gak peduli harga, yang penting tidak ketinggalan jaman tidak gengsi, dilihat orang, dan aku bangga. padahal busana2 kemarin masi ada, tdk ingin dikenakan lagi, katanya sudah tdk modis. bnr?
tau gak, semua itu uang, begitu cepat kau lenyapkan uang hasil orang tuamu hanya untuk kepuasan SEMENTARA.
pernah kalian berfikir seberapa beratnya orang tua kalian mencari sepeser uang, berbandingkah dengan kepuasan sementara kalian hanya dng 2 jam atw 1 jam, beratus2 uang melayang, berbandingkah dengan 9 jam sehari orang tua kalian bekerja??? tidak ! tidaklah sebanding. orang tua kalian akan menangis dalam hati jika melihat anaknya seperti itu.
apalagi ini ada jika memeang tidak ada uang tapi keinginannya besar dan gak bisa dikendalikan, dengan cara apapun dia bisa, atau bahkan dengan merugikan orang lain, seperti mereka tidak punya mata hati. begitu menyakitkan menyedihkan.
lalu sekali punya uang, tidak seikitpun terlintas, bsk dpt uang lgi atw nggak, dengan sekejap menghabiskan uang dengan hal2 yg gak penting, hanya untuk terlihat wah, macam2 elektronik, sampai kecanduan, dan termasuk kecanduan minta minta uang terus keorang tua. memang orang tua kalian penghasil uang?
kalian tidak akan pernah tau susahnya mencari uang sampai kalian merasakannya sendiri.
saran aja ni ya, aku memang anak yang apa adanya, saat profesi model aja aku sesuai profesiku, saat aku dalam keseharianku, ya beginilah aku, aku tak ingin melebih2kan apa yg aku punya, inilah aku, dengan keluarga seadanya, dengan kehidupan yg sederhana, dan dengan segala yang ada diaku. Cukup bersyukur, bersyukurlah dengan apa yang sudah kalian miliki sekrang, tidak perlu melebih lebihkan, mengada adakan, hanya untuk keinginan sementara, cukup sadarlah bahwa kalian disini itu sudah sebuah anugrah, sebuah harga yg tak ternilai, kalian di hargai oleh tuhan di dunia ini jika kalian mau menghargai apa yang telah diberi tuhan saat ini. bersyukurlah dengan apa yg sudah dimiliki tapa menuntut sesuatu keinginan sementara, dan tuhan akan menghargaimu, dengan memberimu sesuatu yang lebih indah.
Memang manusia itu sudah ditakdirkan tidak pernah akan puas, tapi itu semua kembali pada manusia itu sendiri. untuk apa tuhan mengajarkan kita ikhlas, dan bersyukur ? yaa.. itu supaya kita tidak menjadi manusia yang tidak serakah. :)
hampir sama si kasusnya kayak yg nomer satu, mereka cenderung ngegeb, ngegank gitu dah..ckck
ngegank ama sahabat itu beda lo ya, gank itu mengikat bahkan tertutup, tapi kalo sahabat lebih terbuka, umum, dan lagi tidak mengikat.
banyak banget kan kalian lihat anak umur belasan ngegank, cuma itu2 aja kumpulnya, hanya mencari individu yang memiliki suatu kesamaan untuk bersama,, jika tidak sama, tidak akan pernah diterima di gank itu, benerkan?
justru asal kalian tau mereka yang ngegank, yang memiliki kesamaan menjadi satu kelompok, sebenarnya mereka hanya ingin mencari teman yang memiliki kekurangan yg sama. mereka tidak ingin sendiri dengan kekurangan itu, makanya mereka berkumpul, memiliki rasa yang sama, jadi dia tidak merasa hanya aku yg memiliki kekurangan ini, tapi juga gankku, makanya jadilah satu kelompok, yang jika ada orang lain yang tidak sepadan atw tidak sama, tidak akan di terima, seperti pilih2 teman, yaaa... memang mereka yang ngegank, dan tidak bisa membahur dengan lingkungannya, tdk bisa memiliki teman yang banyak, adalah mereka yang tanpa mereka sadari sendiri mereka menganggap orang yang tidak sama dng mrk tidak akan bisa memahami sisi mereka, bahkan terkadan mereka tidak mau menganggap yg tidak sama dengan mereka, karna mereka iri, makananya mereka mencari segerumbulan teman yang sepadan, dalam arti yang memiliki kekurangan yang sama, supaya tdk terlihat dia sndri yg berbeda,
jadi buat kita yang baru tau, jangan menganggap risih atau aneh temen2 yang ngegank2 kayak gitu, justru kita harusnya kasian, mrk adalah mrk yg memiliki kekurangan tersendiri dan yang tidak kita ketahui atau kita ketahui itu beda dari kita, dan saling berkumpul.
harusnya kita bisa menerima mereka, lebih lebih, kalo kita bisa 'memecahkan dinding mereka' bahwa diluar sana ternyata ada orng yang mau menerima orang2 seperti mereka,
tapi satu tips lagi, semua kembali ke individu masing2, kita akan bisa menerima semua hal yg seperti itu tdi, jika kita menyadari dan menerima, jika perbedaan itu ada, bukan untuk semakin disenjangkan, namun untuk semakin erat mengimbangi.
kalo ud terpatok itu dalam diri kita, yakin deh, segimanapun orangnya yang kamu hadapi, kamu bakalan bisa nerima, dan tau bagaimana harus menghadapinya.
kita harus mau menerima kekurangan diri sendiri, dan tau mana kelebihan kita, jadi kita bisa memahami dng baik diri sendiri, baru bisa memahami dengan baik orang lain.
jika ingin dihargai, temen2 juga harus mau untuk menghargai,
bukan menghargai dengan caramu sendiri, tapi hargai orang itu dengan cara bagaimana orng itu ingin dihargai, nantinya kamu bakal dihargai dengan bagaimana kamu ingin dihargai :)
menyenangkan bukan? jika di sekitar kita penuh dengan pribadi pribadi yang baik . :)
huaaaaaaaaa...............
capek aku, mataku sudah berair, sudah saatnya untuk istirahat lanjut ntar di part 2 ya,
semoga yg sedikit ini dulu bisa menginspirasi temen temen, buat jadi pribadi yang lbh baik.
Semoga Bermanfaat :)
Kamis, 29 November 2012
pengalaman adalah guru terbaikku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar